Ads 468x60px

Rabu, 21 Desember 2011

Life is Wonderful if You Know How to Live

Gw lagi selingkuh neh. Gw pacaran ma cewe A tapi backstreet. Trus di tengah jalan gw ketema ma cewe B kemudian jatuh cinta juga ma dia. Trus gw harus gimana dong ? Gw tau kebenaran Firman Tuhan bilang apa soal selingkuh ... but, ini susah banget dilepasin."

"Kenapa sie gw ga dapet pacar-pacar mulu ? Padahal gw udah doa ampek puasa, udah usaha nyari di tempat yang bener, udah ini, udah itu ... tapi kok ga dapet-dapet sie ? Apa gw emang ditakdirin jomblo seumur hidup ma God ya ?"

"Heran deh gw udah kerja 3 taon kok nasif gw ga berubah-ubah sie. Tetep aja jadi kacung. Ga sukses-sukses. Tuhan ga adil ma gw ..."

"Gw udah doa kok ma God buat masalah itu. Tapi karena nungguin jawabannya lama ... makane ga sabar gw ... tak tinggal deh ..."

Pernah denger kan petikan kalimat-kalimat yang gw cuplik di atas itu tadi ? Atau, mungkin saat ini kita justru berdiri di pihak orang yang mengatakan hal-hal tersebut di atas ?

Ga munafik ... dulu, gw juga pernah menjadi bagian dari orang-orang aneh yang bisanya merengek and menodong God dengan rentetan tuntutan yang harus Dia jadikan khusus buat gw. Ga jarang juga gw ngambek ma God karena Dia ga peka juga ma keinginan gw ?

Well, tapi itu dulu ... Yah, sekarang mah kadang-kadang juga masih sering kumat hehehe (kidding ). Any way ... kenapa kita semakin dewasa kadang justru bertindak seperti bayi ya ? Semakin dewasa secara fisik, terkadang polah tingkah kita justru menunjukkan kemunduran daripada saat kita remaja atau bahkan anak-anak.

Ukuran kedewasaan rohani memang tidak bisa diukur dengan seberapa tua umur kita dan juga seberapa lama kita udah menjadi orang Kristen. Orang Kristen sejak lahirpun terkadang ga ngerti apa maksud Alkitab dibandingkan mereka yang menjadi Kristen karena mualaf.

Kekuwatiran hidup, menjadi sebab utama kenapa manusia menjadi kerdil imannya. Betapa God ga ketawa denger kalimat-kalimat konyol di atas ya ?

Kalo ditelusuri, memang cara hidup manusia sendiri yang sering membuat dia ribet. Pikiran manusia yang terbelit-belit sehingga menjadikan dia tiba-tiba berada dalam sebuah padang gurun selama 40 tahun persis seperti bangsa Israel.

Ada seorang temen yang pernah bilang ke gw begini, "Life is wonderful if you know how to live." Saat denger itu, gw emang lagi mengembara di padang gurun dan berputar-putar. Jadi gw bingung dengan kalimat itu. Hingga akhirnya melontarkan kalimat balasan dengan entengnya, "Ahhh, yang bener sie ... life is very very very difficult !".

Tapi begitu gw berhasil keluar dari padang gurun gw ... well, emang ... terkadang penyelesaian dari masalah kita itu sebegitu gampangnya. Begitu mudah, and terkadang ada di depan mata kita. Jika seandainya gw lebih pinter dikit saat masuk ke padang gurun kemarin, pastinya gw ga perlu mengembara ngabisin waktu disana sampek kulit gw gosong terbakar matahari semua. Yah, itulah kenapa temen gw bisa bilang dengan enteng, "Life is wonderful if you know how to live."

Hidup itu mudah kok ! Teramat sangat mudah. Jika kita tau rahasianya tentunya ... Kunci dari kehidupan di dunia ini ada di tangan Si Pencipta hidup itu sendiri. Tapi terkadang, kita ga cukup iman untuk melihat kunci itu. Kita ga cukup kepercayaan kalo Dia aja udah cukup untuk menyelesaikan masalah kita sehingga kita sering kali membantu God dengan tenaga kita yang terbatas !

Kita hebat bukan ? Bisa membantu Allah gitu loh ...

Mungkin itu pikiran kita. Kita merasa berhak dan sangat pandai untuk mengatur ini itu dalam hidup kita, sehingga itu membuatnya tampak begitu berantakan ! Percaya deh, yang bisa menghancurkan hidup kita itu sebenarnya bukan Iblis. Lho kok ? Tapi yang bisa menghancurkan hidup kita itu adalah DIRI KITA SENDIRI. Allah ga mungkin menghancurkan hidup kita, karena Dia begitu mengasihi kita. Iblis, juga ga punya kuasa apapun untuk menghancurkan hidup kita. Tapi, kita dengan segala prinsip dan juga ke sok pintaran kita ... teramat sangat bisa melakukannya.

Kadang, kita dengan bangga menuduh si Iblis dan mengkambing hitamkan dia atas segala kehancuran yang terjadi dalam hidup kita. Tapi apa kita sadar bahwa meskipun Iblis bisa mengubah situasi di sekeliling kita sehingga membuat kita terpojok dan terdakwa ... kita masih punya kesempatan untuk tidak memilih menghancurkan hidup kita sesuai dengan bujukan Iblis itu dan tetap percaya kepada Tuhan ?

"Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (Ayub 1:9-11)

Siapa di dunia ini yang pernah mengalami penderitaan seperti yang pernah di derita oleh Ayub ? Dia kehilangan seluruh harta bendanya (Ayub 1:15-17), kehilangan nyawa anak-anaknya (Ayub 1:19), terkena barah busuk dari telapak tangan sampai ke kepalanya ( Ayub 2:7), dikutuki oleh istrinya sendiri (Ayub 2:10), dihina oleh teman-temannya (Ayub 18:2-4) ...

Ayub punya 1001 alasan untuk murtad dari God saat itu. Ayub punya 1001 dalih untuk kecewa atas hidupnya. Tapi dia memilih tetap berpegang teguh di dalam Dia. Dan Alkitab mencatat, dalam kesemuanya itu Ayub sama sekali tidak berdosa !

Bisakah kita mempercayakan masa depan kita kepada Allah 100 % seperti Ayub mempercayakan seluruh tubuh dan barang yang dimilikinya kepada Tuhannya ? Tuhan yang Ayub sembah adalah Tuhan yang sama seperti yang kita sembah. Jika Dia bisa melakukan banyak hal kepada Ayub, kenapa Dia yang sama tidak bisa melakukan banyak hal kepada kita ? Dan kenapa kita tidak bisa mempercayakan hubungan kita, jodoh kita, pekerjaan kita, kehidupan dan juga doa-doa kita kepada Dia ?

Tenang aja, Dia ga kurang panjang untuk menolong kita dan ga kurang peka mendengar teriakan kita minta tolong kok (baca merengek-rengek).

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2).

SEDERHANA. Kita tau persis bahwa Allah kita tau apa yang terbaik buat kita. Kebingungan kita terhadap sesuatu hal tidak akan pernah menambah 1 centimeter dari hidup kita. Justru semakin kita bingung, kita panik, kita semakin jauh and ga bisa ngliat jelas apa yang sudah Dia rencanakan buat kita ... and hasilnya kita tersesat di padang gurun.

Kita tau betul bahwa jodoh, uang, kedudukan dan juga ketenaran itu ada di tangan Dia.

Kebingungan kita akan siapa pasangan kita di depan nanti, ga akan membuat kita langsung ketemu miss or mr. charming di esok hari saat bangun tidur kan ?

Kepanikan kita saat ga ada duit, ga akan membuat kita tiba-tiba menemukan gunung emas di depan pintu rumah kan ?

Kekuwatiran kita akan anak-anak dan keluarga kita ga akan membuat kita bisa tidur nyenyak di tengah malam buta kan ?

Keinginan kita untuk terkenal ga akan bisa membuat kita bisa menaklukkan dunia dengan sekali tepuk tangan bukan ?

Itulah banyak alasan kenapa begitu banyak orang bodoh di dunia ini yang bisa mengeluh soal hidup. Mereka ga tau bagaimana caranya hidup sie ?

Padahal caranya hidup hanya simple : percayai Dia dalam segala hal ! Ingat sekali lagi : masa depan kita ada di tangan kita. Tuhan memberi kita free will untuk digunakan dengan bijaksana. Iblis ga punya cukup kuasa untuk menghancurkan kita jika kita tidak menghendaki dan mengizinkan dia campur tangan dalam setiap keputusan yang kita buat atas hidup ini. Begitu juga dengan Tuhan. Jika kita mempercayai-Nya dan memberi-Nya kendali atas hidup kita 100 %, maka Dia yang akan melakukan segalanya buat kita dan kita tinggal tersenyum menikmati setiap detik bersama God !



GBU ALL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar