Ads 468x60px

Rabu, 14 Desember 2011

4 Rahasia Mengalahkan Musuh Raksasa Yang Menghadang


“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” 1 Samuel 17:45
Goliat merupakan seorang pendekar dari tentara Filistin dan memiliki postur tubuh yang tinggi besar bagaikan seorang raksasa. Dengan perlengkapan senjata yang lengkap, dia menantang bangsa Israel apakah ada yang berani untuk maju berperang dengan dia satu lawan satu. Seluruh bangsa Israel yang pada waktu itu dipimpin oleh Saul menjadi takut kepada Goliat. Tidak ada satupun orang yang berani maju melawan Goliat.

Lain halnya dengan Daud, pada waktu itu ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Daud melihat kejadian itu dan mendengar suara Goliat yang menantang bangsanya.
Daud tidak takut dan justru memutuskan untuk maju melawan Goliat. Tentunya hal ini mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Dengan penuh keyakinan Daud maju berperang melawan Goliat.
Apakah yang menjadi rahasia Daud untuk mengalahkan musuh raksasa yang menghadang?

1. Tidak Tawar Hati

Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” ” 1 Samuel 17:32

Seluruh bangsa Israel langsung merasakan ketakutan dan menjadi tawar hati karena mereka merasa tidak mungkin dapat mengalahkan Goliat. Tidak ada yang berani maju melawannya karena Goliat mempunyai postur tubuh yang sangat besar dan sudah sangat berpengalaman dalam berperang.
Di atas kertas, kekuatan Goliat jauh di atas kekuatan rata-rata prajurit yang ada di bangsa Israel. Dan sudah dapat dipastikan siapapun yang melawan Goliat, pasti akan langsung dihabisi olehnya. Itulah sebabnya bangsa Israel menjadi tawar hati, karena merasa tidak mungkin dapat mengalahkan musuh mereka.

Berbeda dengan Daud yang tidak gentar sedikitpun walau melihat dan mendengar perkataan Goliat. Daud bahkan memberikan semangat kepada bangsa Israel untuk tidak menjadi tawar hati dalam menghadapi Goliat.
Sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, kita tidak boleh menjadi tawar hati. Kita harus belajar menjadi kuat dan tegar dalam menghadapi persoalan apapun. Bahkan seperti Daud, kita tidak hanya menjadi kuat, tetapi juga memberi kekuatan bagi orang lain.

.

2. Pengalaman Hidup

Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” ” 1 Samuel 17: 34-37
Daud mempunyai pengalaman tersendiri dalam menggembalakan domba. Begitu banyak binatang buas yang ingin menerkam domba-dombanya. Tetapi Daud sanggup melawan dan mengalahkan binatang-binatang buas tersebut.
Mungkin orang-orang menganggap hal itu biasa dan tidak dapat dibandingkan dengan melawan Goliat. Tetapi pengalaman yang dimiliki Daud menjadi bekal bagi Dia untuk menghadapi masalah-masalah baru yang bahkan jauh lebih besar.
Dan Daud sangat yakin bahwa Tuhan yang telah menolong dia di masa-masa yang telah lewat, maka Tuhan juga yang akan menolong dia di masa-masa yang akan datang.
Bukankah kita juga telah melalui berbagai macam pencobaan, masalah, persoalan, penyakit dan lain sebagainya? Bukankah Tuhan telah menolong kita sehingga kita dapat melalui semuanya itu dengan tidak kurang suatu apapun?
Jika Tuhan telah dan pernah menolong kita di masa-masa yang telah lewat, apakah Tuhan tidak akan menolong kita di masalah yang saat ini kita hadapi? Apakah Tuhan tidak akan menjaga hidup kita?
Tuhan pasti tetap akan menolong kita. Dia pasti tidak akan meninggalkan kita. Pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui dapat membuat kita semakin yakin bahwa Tuhan tidak akan melupakan kita. Dia sendiri yang akan turun tangan mencurahkan kuasaNya dan menolong kita dalam masalah yang sedang kita hadapi.
Kita harus yakin bahwa Tuhan yang telah menolong kita di masa-masa yang telah lewat, Tuhan juga yang akan menolong kita pada saat ini maupun di masa depan.
.

3. Bersandar Pada Allah

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” ” 1 Samuel 17:45-47
Ada dua pola pikir yang berbeda yang dapat kita lihat pada saat pertempuran Daud melawan Goliat. Di satu sisi Goliat sangat mengandalkan kekuatan dan kemampuannya secara fisik untuk berperang dan sangat yakin bahwa siapapun lawannya, dia pasti akan menang.
Di sisi lain Daud melihat bahwa kekuatan, kemampuan dan peralatan tempur bukanlah segalanya, tetapi kuasa Tuhanlah yang memegang peranan penting dalam pertempuran yang dihadapinya.
Daud benar-benar mengandalkan Tuhan dalam pertempurannya. Daud benar-benar berharap kepada kuasa Tuhan untuk bekerja di dalam dirinya. Daud bersandar kepada kekuatan Tuhan dalam pertempurannya.
Dalam menghadapi persoalan atau masalah, ada kalanya Tuhan menuntut kita untuk bersandar sepenuhnya kepada Dia. Kepintaran atau kepandaian memang membantu kita dalam mengambil keputusan. Tetapi ada saatnya kita harus meletakkan kekuatan kita dan benar-benar bersandar kepada kuasa Tuhan.
Dengan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan yang akan bertempur bagi kita. Dia yang akan berperang bagi kita dan memberi kita kemenangan demi kemenangan.
.

4. Melangkah Dengan Iman

Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.” 1 Samuel 17:49-50
Daud tidak menggunakan metode yang canggih dan hebat dalam menghadapi Goliat. Daud tidak menggunakan senjata, perisai ataupun tombak. Daud hanya menggunakan batu dan diumbankan ke arah Goliat.
Tetapi mujizat justru terjadi saat Daud melakukan hal “kecil” tersebut. Batu yang diumbannya mengenai dahi Goliat hingga terbenam ke dalam kepalanya. Goliatpun terjatuh dan kalah di tangan Daud.
Untuk dapat menang dalam masalah yang sedang kita hadapi, kita hanya perlu berani untuk melakukan langkah yang sederhana. Kita tidak perlu terlalu kuatir dan memikirkan banyak hal yang terlalu rumit. Hanya perlu keberanian saja untuk dapat melangkah.
Jangan tunda-tunda apa yang dapat kita lakukan. Jangan kuatir dan takut untuk melakukan keputusan. Jangan ragu untuk melangkah maju. Satu langkah sederhana dapat membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!
.
Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?
Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga.” Mazmur 18:32-35

Senin, 12 Desember 2011

Kuasa Pengampunan Dari Bapa Surgawi


Kesaksian dari Melinda:
Saat ini saya berusia empat puluh tahun, menikah, bersuami dan memiliki dua anak (putri 14 tahun dan putra 10 tahun). Saya masih punya bunda dan seorang kakak kandung perempuan yang sangat mengasihi saya. Seperti bayi pada umumnya, saya dikandung bunda sekitar sembilan bulan. Namun saat saya masih di kandungan bunda berumur enam bulan, ayah saya telah pergi meninggalkan kami (bukan meninggal lho, tapi pergi karena ada WIL alias wanita idaman lain). Bayangkan, saya hanya bisa melihat wajah ayah dari foto pernikahan beliau dengan bunda saya.
Walau demikian, masa kanak-kanak saya sangat berbahagia karena saya memiliki bunda, kakak, opa, oma serta om dan tante yang sangat mengasihi saya. Namun ada satu hal yang membuat saya malu dan minder yaitu saat ditanya oleh teman-teman sekolah: “mana ayahmu?”. Karena saat sekolah saya lebih sering diantar oleh opa, sedangkan bunda saya mencari nafkah utk saya dan kakak.
Tidak bisa disangkal, bagaimanapun bahagianya saya, tetap saja ada luka batin yang tertinggal hingga saya beranjak remaja, dewasa dan pada akhirnya menikah. Ada kekesalan, sakit hati terhadap ayah yang meninggalkan kami begitu saja. Hingga akhirnya TUHAN YESUS memberikan kuasa pengampunan kepada saya untuk mengampuni ayah saya.
Saat ini, saya berdoa agar dimanapun ayah saya berada, beliau akan hidup baik-baik saja dan beliau akan merindukan bunda, kakak dan juga saya. Saya berdoa semoga suatu saat nanti kami sekeluarga dipersatukan kembali menjadi keluarga kudus. Bagi saya tidak ada yang mustahil di dalam TUHAN YESUS.
Terima kasih kepada BAPA, PUTERA & ROH KUDUS, yang kukenal dalam nama TUHAN YESUS. Terima kasih kepada Alm. Opa & Alm. Oma. Terima kasih kepada Ayah & Bunda, saya tidak akan pernah ada di dunia ini tanpa kalian. Dan terima kasih juga kepada semua om & tante-ku yang senantiasa penuh kasih, juga sanak saudaraku yang selalu mempedulikanku. Akhirnya terima kasih kepada suami dan juga kedua anakku yang senantiasa menerimaku apa adanya. Kasih TUHAN YESUS begitu nyata di dalam kehidupanku, karena tidak pernah sekalipun IA meninggalkanku.
Ini adalah pertama kalinya saya bersaksi di multi media. Semoga benar-benar bisa bermanfaat, menguatkan, menghibur saudara & saudariku seiman.

Indahnya Hidup dekat dengan Tuhan


“Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.” Mazmur 65:5
Sungguh menjadi suatu kebanggaan bagi kita umat yang telah dipilih oleh Tuhan. Karena begitu besar kasihNya akan umat manusia, sehingga Allah Bapa di surga merelakan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Dengan begitu kita beroleh keselamatan , berkat berkelimpahan dan hidup yang kekal.
Pemazmur mengerti sekali akan indahnya hidup bersama Tuhan. Daud telah mengalami berbagai hal dalam kehidupannya baik kesusahan, penderitaan, ancaman musuh, dan masih banyak lagi. Tetapi dia tetap mengandalkan hidupnya kepada Tuhan dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam segala kekurangan yang dia hadapi, Tuhan tetap menunjukkan kasih setiaNya dengan selalu mencukupkan apa yang dia butuhkan. Tuhan juga senantiasa menunjukkan kuasaNya melalui setiap peperangan yang dia hadapi dengan memberikan kemenangan demi kemenangan.
Dalam keadaan berdosa-pun juga Daud menyadari kesalahannya dan meminta ampun kepada Tuhan serta berbalik ke jalan yang benar. Tuhan tetap membuka tanganNya bagi Daud. Tuhan bahkan melimpahkan kasih karuniaNya bagi Daud, sehingga dia bisa mendekatkan dirinya lebih lagi kepada Tuhan.
Sampai kepada masa tuanya Daud hidup dengan penuh berkat dan kelimpahan.

Dalam keadaan apapun dan masalah apapun yang kita hadapi, biarlah kita tetap datang kepada Tuhan, hidup dekat denganNya bahkan hidup intim dengan Dia. Tidak ada satupun di dunia ini yang dapat memberikan kepuasaan dan kelegaan bagi kita selain kasih karunia dan damai sejahtera Allah.
Dunia ini hanya dapat memberikan kepuasaan sesaat saja, kenikmatan dan kebahagiaan yang ditawarkan hanyalah sekejap. Tetapi ketika kita hidup dalam Tuhan, maka kita akan memperoleh sukacita yang tidak akan pernah pudar bahkan dalam keadaan seberat apapun, kita akan tetap memuji-muji Tuhan.

Jangan menjauh dari Tuhan, tetap cari Dia, maka Dia akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah kita, Dia akan memberikan jawaban bagi setiap doa kita dan Dia akan memberikan kemenangan atas setiap pergumulan yang kita hadapi.
Ingatlah bahwa seberat apapun masalah kita, tetaplah mengandalkan Tuhan, jangan pernah lari daripadaNya. Rasakan dan nikmati damai sejahteraNya yang akan memelihara hati dan pikiran kita sehingga kita dapat terus berjalan maju menghadapi berbagai rintangan yang ada. Dan yakinlah bahwa kita akan meraih kemenangan bersama dengan Yesus. Haleluya!

Minggu, 11 Desember 2011

Memperoleh Berkat yang luar biasa melalui penderitaan


“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Ayub 42:2
Kata-kata di atas keluar dari mulut Ayub setelah dia mengalami penderitaan yang begitu beratnya yaitu anak-anaknya meninggal, istrinya meninggalkan dia, teman-temannya mengucilkan dia dan penyakit kulit yang parah sekali serta kehilangan seluruh harta kekayaannya. Ayub sempat tidak menerima apa yang terjadi atas dirinya, karena dia mengetahui bahwa dia adalah orang yang benar-benar taat dan setia kepada Tuhan (Ayub 1:1).
Tetapi melalui penderitaan ini Tuhan mengajarkan hal yang sangat penting kepada Ayub. Kita akan melihat apa yang Ayub dapatkan melalui penderitaan yang dia alami:

1. Mengenal Tuhan secara pribadi

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5

Ayub mengakui bahwa selama ini dia belum sepenuhnya mengenal Tuhan secara pribadi. Penderitaan yang dia alami membuat matanya terbuka dan melihat kebesaran kuasa Tuhan.
Penderitaan seberat apapun yang kita alami sekarang juga merupakan seijin Tuhan supaya kita dapat mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Mungkin kita telah jauh daripada Tuhan sehingga Tuhan mengijinkan masalah datang agar kita dapat berseru kepada namaNya dan mendekatkan diri kita kepada Dia.
Ataupun kalau kita merasa sudah dekat dengan Dia, Tuhan ingin agar kita lebih lagi memperdalam hubungan kita dengan Dia. Tuhan ingin membawa kita kepada tingkat berikutnya dalam kehidupan rohani kita.
Melalui penderitaan inilah iman kita diuji. Dan ketika kita dapat melalui ujian ini, maka Tuhan akan menyediakan upah bagi kita.

.

2. Mengetahui rencana Tuhan tidak ada yang gagal

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Ayub 42:2
Masalah yang begitu berat yang dialami oleh Ayub tidak menghentikan rencana Tuhan atas dirinya, yaitu mencurahkan berkat atas dirinya dan menjadikan dirinya kesaksian kepada semua orang.
Apa yang telah Tuhan firmankan bagi kita tidak akan keluar dengan sia-sia, tetapi Tuhan akan menggenapi rencanaNya bagi hidup kita.

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Yesaya 55:11
Penderitaan akan membuat iman kita semakin kuat sehingga kita dapat melihat bahwa tidak ada rencanaNya yang gagal. Kita akan melihat bahwa semua masalah maupun pencobaan yang kita alami merupakan jalan menuju tingkat yang lebih tinggi lagi dalam hubungan kita bersama Tuhan.

Sama dengan Ayub yang diberkati Tuhan dua kali lebih dari harta kekayaannya sebelumnya, demikian juga Tuhan akan memberikan kita jalan keluar dan memberkati kita semua dengan berlimpah-limpah. Tidak hanya secara materi, tetapi berkat rohani yang belum pernah kita lihat sebelumnya akan kita dapatkan oleh karena FirmanNya ya dan amin.
.
.
Mengenal Tuhan secara pribadi dan mengetahui dengan pasti bahwa rencana Tuhan yang tidak pernah gagal merupakan pengalaman yang bisa kita peroleh melalui penderitaan yan gkita alami. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi hidup kita. Inilah berkat yang luar biasa yang akan kita peroleh.
Tetap percaya kepadaNya apapun yang sedang kita alami saat ini. Kuasa Tuhan terlalu besar dan tidak ada sesuatupun yang mustahil di muka bumi ini. Tetap pegang kepada FirmanNya dan berserah kepadaNya, maka Dia akan memberikan kita kekuatan dan memulihkan keadaan kita pada waktuNya. Haleluya!