Ads 468x60px

Minggu, 18 Desember 2011

3 Rahasia Untuk menjadi prajurit Yesus yang Tangguh


“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2:3
Menjadi pengikut Kristus merupakan suatu panggilan yang begitu indah, karena kita tidak hanya menjadi jemaatNya yang hadir setiap ibadah hari Minggu saja, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh untuk menghadapi berbagai macam peperangan rohani dalam kehidupan kita.
Dalam Efesus 6:12 jelas sekali dikatakan bahwa hidup kita tidak hanya hidup secara jasmani saja (darah dan daging) tetapi hidup secara rohani dimana ada roh-roh jahat yang harus dilawan dan dipatahkan pekerjaannya yaitu dengan kuasa darah Yesus. Iblis selalu menjalankan siasat jahatnya melalui berbagai macam masalah dan cobaan bahkan melalui kenikmatan dunia untuk dapat menjatuhkan umat Tuhan. Tanpa ada perlawanan dari umat Tuhan, maka umatNya akan terseret jatuh dalam dosa.
*courtesy of PelitaHidup.com
Oleh karena itu kita harus menjadi prajurit Yesus yang tangguh agar dapat memenangkan pertempuranrohani ini. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk menjadi prajurit yang tangguh. Harus ada usaha yang kuat dan tindakan yang harus kita jalankan agar dapat menjadi prajurit yang baik.
Berikut 3 rahasia untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh:
1. Fokus Kepada Tuhan
*courtesy of PelitaHidup.com
“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Tim 2:4
Prajurit yang berjuang memfokuskan dirinya kepada peperangan yang sedang dihadapinya. Dia tidak boleh kehilangan fokus pada saat peperangan, karena begitu kehilangan fokus sesaat saja, maka dia bisa kehilangan nyawanya dan merugikan seluruh pasukan. Apa yang diperintahkan oleh komandannya akan dijalankannya dengan sepenuh hati tanpa pertanyaan ataupun keraguan sedikitpun. Prajurit akan fokus kepada perintah dan misi yang sedang dijalankan hingga misi itu dapat berhasil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, kita harus bisa memfokuskan diri kita kepada Tuhan dengan menyingkirkan segala keraguan, ketakutan, kekuatiran dan segala pertanyaan yang muncul dalam diri kita. Tuhan kita adalah komandan yang tahu persis tujuan dari perintah yang diberikan kepada kita. Dia tidak akan menjerumuskan kita dengan perintah-perintah yang diberikanNya bagi kita.
Ketika kita fokus untuk melakukan segala perintahNya dan percaya kepadaNya dengan segenap hati kita, maka kita akan dapat menyelesaikan ‘misi’ yang Tuhan sedang berikan bagi kita. Kita dapat menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika kita mulai kuatir dengan kebenaran dari FirmanNya dan segala janji Tuhan bagi kita, maka musuh (si iblis) akan dapat dengan mudah mengalahkan kita dengan berbagai masalah yang menekan kita, sehingga kita tidak bisa mendapat jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.
Hiduplah dalam kebenaran dan berkenan kepada Tuhan, maka kita akan menjadi prajurit yang baik di hadapanNya.
“Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” Maz 26:3
*courtesy of PelitaHidup.com
.
2. Disiplin
“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” 2 Tim 2:5
Olahragawan tidak akan memperoleh mahkota sebagai juara jika dia tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Jika dia bermalas-malasan dalam berlatih, hari ini berlatih, besok tidak berlatih, kemudian hari berikutnya berlatih dan hari berikutnya lagi tidak berlatih, maka dia tidak akan menjadi juara. Tingkat kompetisi dalam suatu perlombaan/pertandingan/kejuaraan sangatlah tinggi. Semakin bergengsi suatu event pertandingan, maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang ada. Dan tentunya intensitas latihan yang harus dilakukan juga harus lebih tinggi lagi. Untuk itu diperlukan yang disebut dengan kedisiplinan.
Kedisiplinan dalam berlatih akan memacu keterampilan dan kekuatan sang olahragawan sehingga dapat bersaing dengan ketat pada saat pertandingan. Kedisiplinan dalam berlatih juga akan meningkatkan stamina dalam bertanding.
Hal ini serupa dalam kerohanian. Kedisiplinan secara rohani juga sangat mutlak diperlukan agar kita sanggup melawan si ‘musuh’ yaitu iblis.
Ketika kita bermalas-malasan dalam membaca Firman Tuhan, doa pribadi, mengikuti ibadah/persekutuan dan lainnya, maka kekuatan tubuh rohani kita akan melemah. Kita dapat dengan mudah dikalahkan oleh tipu daya si iblis.
Tetapi ketika kita melatih tubuh rohani kita dengan rutin dan disiplin setiap hari-nya, maka tubuh rohani kita akan semakin kuat, semakin tangguh, semakin besar dan semakin tangkas dalam menghadapi ‘lawan’ kita yaitu iblis dengan siasatnya.
Disiplin dalam beribadah akan memacu kehidupan rohani kita sehingga kita dapat menjadi prajurit Yesus yang tangguh dan kuat.
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibr 10:25
.
3. Ketekunan
“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” 2 Tim 2:6
Petani selalu menjalani pekerjaannya tanpa jemu-jemu. Mulai dari menyiapkan lahan untuk bertani, kemudian membajaknya, menanami dengan bibit tanaman, mengairi lahan pertaniannya, memberi pupuk, merawat, mengusir hama yang menggangu, hingga pada akhir musim dia akan menuai hasilnya. Sebelum hasil panen dijual, sang petani akan menikmati terlebih dahulu hasil yang dia dapat. Dia layak menikmati hasil kerja kerasnya selama satu musim tersebut.
Pekerjaan yang dia lakukan ini tidak membuat dia bosan, karena dari pekerjaan inilah dia mendapatkan penghidupan bagi dirinya dan keluarganya. Dia senantiasa tekun menjalankan pekerjaannya walau ditempa dengan panas terik tiap harinya, atau bahkan hujan yang tak menentu, mungkin juga gangguan hama yang dapat merusak tanaman dan lain sebagainya. Sang petani yakin bahwa apa yang yang dikerjakannya akan membuahkan hasil pada akhirnya.
Hubungan kita dengan Tuhan yang kita bangun setiap harinya, Firman Tuhan yang kita baca tiap hari dan kita praktekkan, doa yang kita naikkan tiap hari, ibadah yang senantiasa kita ikuti baik pada hari Minggu maupun tengah minggu, semuanya itu adalah sama dengan lahan pertanian yang sedang kita olah dan kita tanami dengan tanaman, yang kemudian kita pelihara hingga akhirnya kita panen hasil buahnya.
Mungkin ada waktunya pembacaan Firman Tuhan menjadi sangat membosankan atau bahkan doa-doa yang kita panjatkan terasa tidak terdengar oleh Tuhan. Mungkin juga kita merasa sia-sia datang ke ibadah atau persekutuan.
Tetapi ketika kita tetap tekun melakukan semuanya itu, tanpa menghiraukan kejenuhan dan kelelahan yang kita rasakan, maka pada akhirnya kita akan menuai hasilnya.
Dengan tekun membina hubungan dengan Tuhan, maka kita sedang membangun kehidupan rohani yang kuat dan bertumbuh terus hingga pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah pada waktunya. Hidup kita pasti akan menjadi berkat bagi orang lain. Kita akan terbentuk menjadi prajurit Tuhan yang kuat dan handal, yang siap menolong dan membantu setiap orang yang kesusahan atau sedang dalam masalah.
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Kor 15:58
.
.
Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapanNya dan tekun membina hubungan denganNya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Yesus. Haleluya!
“Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.” Yer 20:11
“Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” ” Yoel 3:10

Sabtu, 17 Desember 2011

Bagaimana Membangun Kebahagiaan Sejati ??

Bagaimana membangun kebahagiaan sejati dalam rumah tangga

•   Kebahagiaan sejati dalam rumah tangga adalah diciptakan bersama, tidak bisa saling menuntut baik itu pihak wanitanya maupun pihak prianya .

•   Kebahagiaan sejati hasil dari saling membangun pasangan hidupnya untuk bertanggung jawab dan melakukan fungsinya sebagai suami yang baik dan sebagai istri yang baik, dan terus memotivasi akan tugas tanggung jawabnya dilaksanakan sebaik-baiknya.

Dasar yang diberikan Tuhan bagi sebuah keluarga untuk menciptakan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga  adalah  dalam Filipi 2:1-3. yaitu :

1.   Memiliki sifat suka saling menghibur , ketika capai,murung .dllnya.

2.   Memiliki kebiasaan doa bersama dalam keluarga ( Mezbah keluarga )

3.   Memiliki kasih mesra   dengan menciptakan suasana sentuhan,pelukan,rangkulan.

4.   Memiliki belas kasihan,suka memaafkan,bukan pendendam .

5.   Tidak mencari kepentingan,kesenangan diri sendiri,melinkan kesenangan bersama ,lebih diutamakan, saling menghormati,menghargai satu dengan yang lainnya.

Perlu memahami juga latar belakang masing-masing.

•   Kebutuhan dasar sebagai seorang pria dan sebagai seorang wanita.

1.   Pria – ingin dihormati dan dihargai dengan memberi kesempatan melakukan fungsinya sebagai kepala rumah tangga,(pemimpin )

2.   Wanita – ingin dihormati dan dihargai , dikagumi sebagai penolong , didengar pendapatnya

•   Akibat tidak terpenuhi kebutuhan dasar sebagai suatu pribadi yang utuh dimasa lalu :

1.   Tidak punya figure kepala rumah tangga yang bisa dijadikan panutan.

2.   Model keluarga yang tidak sesuai dengan yang dihadapi sekarang kerena model keluarganya dulu,suka cekcok, dingin ( sibuk cari uang ), mesra harmonis.

3.   Salah didik diwaktu kecil,membuat pribadi yang labil,bergantung kepada orang terus,tidak punya inisiatif,tidak percaya diri,tidak berani mengambil keputusan.dllnya

Dengan memahami hal-hal ini sedini mungkin, pasangan dalam rumah tangga tidak akan kaget, bingung, tetapi jadi tahu apa penyebabnya segala tingkah laku pasangan hidupnya, dan yang terpenting LIBATKAN TUHAN  dalam membangun kehidupan rumah tanggamu. Peng 4:12. Amin .

Kamis, 15 Desember 2011

Penyebab saya mengundurkan diri menjadi anak setan..


Renungan ini di khusus kepada anak-anak setan yang suka berbohong, …bagi anak-anak TUhan silahkan membaca supaya anda jangan menjadi anak setan…..
Hampir setiap orang tidak ada yang suka disebut anak setan, pada umumnya kita mengaku anak-anak TUhan.  Pengakuan kita sebagai anak TUhan sering hanya dibibir saja, yang sesungguhnya adalah bahwa kita anak-anak setan.
Benar, bahwa TUhan telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya, namun nyatanya kita enggan menjadikan Dia sebagai bapa kita.  Itulah sebabnya kita lebih suka menjadi menjadi anak setan.
Tanpa sadar ternyata selama ini kita bagian dari keluarga iblis, bahkan kita sangat menikmati berada dalam lingkungan ini, sehingga sulit bagi kita untuk beralih ke lingkungan yang lain.
Setiap orang yang lahir kedunia ini memiliki seorang bapa, tidak menjadi soal bapa itu tanggung jawab atau tidak.  Dalam istilah yang umum kita bisa juga memiliki banyak bapa dalam pengertian yang berbeda, misalnya, bapa rohani, bapa angkat, bapa tiri..dll…
Namun bagaimana jika saya katakan bahwa bapak anda adalah iblis? Anda pasti tidak mau, dan mungkin anda akan memaki-maki saya….namun mari kita buktikan bahwa sebenarnya anda dan saya hanya malu-malu saja mengakui bahwa IBlis telah menjadi bapa kita dan kita anak-anak kesayangannya.
Mari saya buktikan bahwa bapa kita adalah Iblis dan anda adalah anak-anak Iblis…
Yesus berkata dalam Yohanes 8:44
“ Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. “
Apakah sudah jelas ayat diatas?  Saya harap demikian…” Iblis lah menjadi bapamu…” Iblis adalah bapa segala dusta, raja dusta, sumber dusta..
Bapak anda adalah iblis bila: Melakukan keinginan Iblis, keinginan iblis adalah dusta atau kebohongan…
Jadi, Setiap orang yang melakukan dusta, kebohongan, pemutar balikan fakta, fitnah adalah anak iblis, dan Iblis menjadi bapanya… Bahkan, bila anda sukses melakukan banyak kebohongan tidak mustahil anda menjadi anak emas atau anak kesayangan… Anak kesayangan sudah pasti memiliki banyak keistimewaan…jadi anda akan istimewa di mata Bapak Iblis….
Bila anda menyangkal bahwa anda bukan anak iblis, maka anda hanya menambah daftar kebohongan anda, karena faktanya anak Tuhan tidak bohong…
Berbicara tentang kebohongan, dusta dan sejenisnya… semua orang pernah melakukannya..tidak peduli apakah dia orang beragama atau tidak, orang besar atau kecil.
orang berdusta tidak memandang latar belakang hidup, sosial, pendidikan dan budaya, serta pekerjaan…semua kalangan mulai dari anak kecil sampai orang tua…dan kebohongan ini meliputi semua aspek kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, agama, dll….
Tidak heran, Orang tua membohongi anaknya, anak membohongi orang tuanya, suami bohongi isterinya, isteri bohongi suaminya, pembantu membohongi majikannya, majikan bohongi pembantunya, jemaat membohongi pendetanya, pendeta membohongi jemaatnya..pemerintah membohongi rakyatnya, rakyat membohongi pemerintah, pedangang bohongi pembelinya, pembeli bohongi pedagangnya, teman membohongi sesama teman…dll tambahkan sendiri daftarnya…..
Singkatnya Kebohongan telah melanda kehidupan manusia, bahkan banyak orang seluruh hidupnya adalah kebohongan…
 Mengapa orang berbohong..?
Pertama,  kebohongan muncul untuk menutupi ketidak jujuran yang dia lakukan..
Kedua, ketidak jujuran yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara ilegal..
ketiga, untuk membinasakan/mencelakakan orang lain..
Hampir semua kebohongan ini dilakukan secara sengaja  dalam keadaan sadar…tidak ada kebohongan yang kebetulan…walaupun ada kebohongan karena terpaksa, dalam arti ada tekanan dari orang lain….sebenarnya dia tidak mau bohong, tapi karena dipaksa dengan disertai ancaman akhirnya kebohongan terjadi…misalnya: pimpinan memaksa anak buahnya berbohong kalau tidak akan dipecat…anak-anak terpaksa berbohong demi uang jajan..dll
Bagi orang-orang yang labil jiwanya dan penakut maka dia akan turut dalam konspirasi kebohongan yang sistematis…namun kebohongan karena dipaksa orang lain ini persentasenya kecil..
Dusta-dusta yang kita lakukan, baik dusta besar atau kecil, sebenarnya bobot dosanya sama, sebab Tuhan tidak memandang dosa itu besar kecil, karena dosa tetaplah dosa walau sekecil apapun…
Istilah dosa besar dan kecil inilah menyebabkan kita banyak berbohong..maka muncul bohong kecil dan bohong besar…akibatnya banyak orang takut berbohong dalam skala besar, tetapi bohong kecil-kecil tetap terpelihara bahkan menjadi gaya hidup..padahal justru bohong “kecil” ini dapat menyebabkan orang tidak takut melakukan bohong besar…
Dalam hidup sehari-hari sejujurnya, kebohongan yang kecil sering kita anggap biasa-biasa saja..sebagai contoh: ketika ada orang mengajak makan..kita sering bilang kalau kita sudah makan, padahal faktanya kita belum makan dan sedang kelaparan…mungkin karena kita segan dan malu maka jurus itu pun keluar…
Contoh kecil yang lain…orang tua sering bohongi anaknya bila menangis, dengan cara menakut-nakuti bahwa kalau menangis akan ada setan….padahal faktanya tidak demikian….
Pedagang selalu bilang kalau buahnya manis, kenyataanya buahnya asam…
Mungkin banyak orang takut korupsi 1 M..namun tidak untuk uang 10 ribu atau 100 ribu…
Kita juga sering bilang tidak punya uang kalau ada orang mau pinjam uang…padahal uang kita ada, tapi karena takut dipinjam akhirnya berbohong…
Bahkan yang paling sadis, kita membohongi Tuhan dan kita merasa biasa-biasa saja..bahkan celakanya berbohong kepada manusia lebih berat kita rasa dari pada membohongi Tuhan..padahal faktanya Tuhan itu tidak dapat dibohongi manusia, karena dia tahu semua tentang kita, tidak ada yang tersembunyi bagiNya…dan upaya kita membohongi Tuhan telah lama gagal….
Jujur saja.. bagaimana kita berupaya membohongi TUhan dengan persembahan dan persepuluhan kita…Tuhan berfirman persepuluhan adalah milik Tuhan, yaitu sepersepuluh dari setiap penghasilan kita, tapi faktanya yang kita berikan kurang dari itu, bahkan kita tidak mengembalikan sama sekali apa yang menjadi milik Tuhan…
Masih banyak contoh lainnya…Silahkan tambahkan sendiri….
Bahaya kebohongan…
Anda pasti tahu, bahwa manusia jatuh kedalam dosa karena kebohongan Iblis kepada Adam dan Hawa..jadi kebohongan ini hampir sama tuanya dengan umur bumi ini…
Tuhan tahu bahwa kebohongan ini akan menjadi racun yang mematikan jiwa manusia itu, maka Allah dalam kasihnya memberikan hukum yang tertulis  dalam keluaran 20:16, “Jangan mengucapkaan saksi dusta terhadap sesamamu..”
Faktanya bahwa kebohongan-kebohongan manusia telah menyebabkan  bahaya dan kesusahan, baik pada diri orang itu, maupun orang lain.  Akibat buruk dari sebuah kebohongan, juga akan melahirkan kebohongan lain demi menutupi bohong yang sebelumnya, maka kebohongan itu akan beranak pinak tujuh turunan…
Namun anehnya..manusia yang berbohong kadang merasa biasa-biasa dan tidak ada kerinduan untuk bertobat…mungkin kerinduan ada, tapi semua hanya sebatas kerinduan semata…apalagi kalau tabiat kebohongan itu sudah mendarah daging sulit untuk ditinggalkan..
Jadi bagi anda yang telah insyaf dari kebohongan saya ucapkan selamat untuk anda, dan bagi anda yang masih berjuang, teruskan perjuangan anda, sebaiknya jangan lama-lama…
Sebab tidak ada kebohongan yang abadi, suatu saat pasti terbongkar.  Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti jatuh…sepandai-pandainya anda berbohong suatu saat pasti terbuka.  Anda boleh saja menutupi-nutupi sepanjang hidup anda, namun setelah anda mati kebohongan itu bisa saja terbuka, atau akan terbuka pada hari kiamat bila Yesus datang.
Nah…Alkitab mencatat dan memberikan  3  point penting tentang   dusta dan pendusta:
1.      Pendusta tidak memiliki kebenaran
“1Yohanes 2:4  Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. “
Anda pendusta Karena anda bilang kenal Tuhan tapi tidak menuruti perintah-Nya..
2.      Pendusta tidak memiliki kasih kepada Tuhan terlebih manusia
1Yohanes 4:20  Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Anda pendusta karena anda bilang mengasihi Allah tapi faktanya anda benci sesama manusia
3.      Pendusta bibirnya manis, hatinya bercabang
Mazmur 12:2  (12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.
Anda pendusta karena apa yang di ucapkan  di mulut berbeda dengan di hati anda..
Allah sangat membenci dusta..itu sebabnya Tuhan berfirman dengan tegas dalam Mazmur 101:7 , “Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku..”
Intinya para pendusta Tidak akan bertemu dengan Tuhan, mereka tidak akan masuk negeri perjanjian Sorga yang mulia itu, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. “ Wahyu 21:27
Oleh sebab itu, kita para pendusta saatnya bertobat dari jalan dusta kita, berdoa minta kuasa seperti doa Daud, “Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu..” Mazmur 119:29.
Paulus mengajak kita ,  “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. “ Efesus 4:25
Sebagai penutup..bilamana para pendusta menyerahkan hidupnya kepada Yesus, maka Yesus akan mengampuni kita..dan bila Yesus sudah mengampuni kita maka kita akan membenci dusta dan mencintai Perintah Tuhan., bahkan kita akan merasa jijik dengan dusta…
Maz  119:104  Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Maz 119:163  Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.
Dan yang lebih penting lagi, sekarang anda tidak disebut lagi pendusta, anak Iblis, tetapi sebagai anak-anak terang, anak Bapa sorgawi..
2Korintus 6:18 “ Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
Sekarang, saya ucapkan selamat kepada Anda …karena sekarang anda dan saya adalah anak Tuhan ! Tuhan memberkati